Oleh: juliocessar | September 25, 2009

POTENSI DAN PERMASALAHAN SUMBER DAYA ALAM PESISIR KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN

Salah satu potensi pembangunan yang terdapat di wilayah pesisir dan lautan secara garis besar adalah sumber daya dapat pulih (renewable resources). Pertanyaannya adalah sudah seberapa besar permanfaatan yang telah digali bagi masyarakat pesisir Kabupaten Kepulauan Yapen, padahal jika permanfaatannya dapat dioptimalkan, akan sangat menguntungkan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Hutan Mangrove yang ada di Kepulauan Yapen merupakan ekosistern utama pendukung kehidupan yang penting di wilayah pesisir dan lautan. Selain rnempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, tempat pemijahan dan asuhan bagi berbagai macam biota, penahan abrasi, amukan angin taufan, dan tsunami, penyerap limbah, pencegah intrusi air laut, dan lain sebagainya, hutan mangrove juga mempunyai fungsi ekonomis penting seperti, penyedia kayu, daun-daunan sebagai bahan baku obat-obatan, dan lain-lain. Segenap kegunaan ini telah dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat kepulauan yapen secara turun-temurun dan sebagian besar masyarakat pesisir di tanah air. Potensi lain dan hutan mangrove yang belum dikembangkan secara optimal, adalah sebagai kawasan wisata alam (ecatourism). Padahal di negara lain, seperti Malaysia dan Australia, kegiatan wisata alam di kawasan hutan mangrove sudah berkembang lama dan menguntungkan. Potensi ekosistern terumbu karang mempunyai produktivitas organik yang sangat tinggi dibandingkan ekosistern lainnya, demikian pula keanekaragaman hayatinya. Disamping mempunyai fungsi ekologis sebagai penyedia nutrien bagi biota perairan, pelindung fisik, tempat pemijahan, tempat bermain dan asuhan bagi berbagai biota; terumbu karang juga menghasilkan berbagai produk yang mempunyai nilai ekonomi penting seperti berbagai jenis ikan karang, udang karang, alga, teripang, dan kerang mutiara semuanya ini telah dalam jumlah yang berlimpah akan tetapi masyarakat yapen belum banyak yang memanfaatkan hal ini sebagai suatu peluang/potensi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Satu hal juga yang banyak dijumpai di pesisir pulau yapen adalah padang lamun dan rumput laut lamun (seagrass) yang adalah tumbuhan berbunga yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri untuk hidup di bawah permukaan air laut. Lamun hidup di perairan dangkal agak berpasir, Bering juga dijumpai di ekosistem terumbu karang. Sama halnya dengan rerumputan di daratan, lamun juga membentuk padang yang luas dan lebat di dasar laut yang masih terjangkau oleh cahaya matahani dengan tingkat energi cahaya yang memadai bagi pertumbuhannya. Lamun tumbuh tegak, berdaun tipis yang bentuknya mirip pita dan berakar jalar. Tunas-tunas tumbuh dan rhizoma, yaitu bagian rumput yang tumbuh menjalar di bawah permukaan dasar laut. Berlawanan dengan tumbuhan lain yang hidup terendam dalam laut (misalnya ganggang/alga laut), lamun berbuah dan menghasilkan biji. Pertumbuhan padang lamun memerlukan sirkulasi air yang baik. Air yang mengalir inilah yang menghantarkan zat-zat nutrien dan oksigen serta mengangkut hasil metabolisme lamun, seperti karbon dioksida (C02) ke luar daerah padang lamun. Secara umum semua tipe dasar laut dapat ditumbuhi lamun, namun padang lamun yang luas hanya dijumpai pada dasar laut lumpur berpasir lunak dan tebal. Kepulauan yapen merupakan salah satu daerah potensi padang lamun yang merupakan habitat bagi ikan-ikan kecil dan udang. Dari sudut pandang pembangunan berkelanjutan (sustainable development), pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan di wilayah kepulauan yapen dihadapkan pada kondisi yang bersifat mendua, atau berada di persimpangan jalan. Di satu pihak, ada beberapa kawasan pesisir yang telah dimanfaatkan (dikembangkan) dengan intensif sehingga indikasi telah terlampauinya daya dukung atau kapasitas keberlanjutan (potensi lestari) dan ekosistem pesisir dan lautan, seperti pencemaran, tangkap lebih (overfishing), degradasi fisik habitat pesisir, dan abrasi pantai, telah muncul di kawasan-kawasan pesisir pulau yapen. Kelompok masyarakat yapen yang bertempat tinggal didaerah pesisir atau daerah kepulauan, hak ulayat laut adalah merupakan unsur tepenting bagi masyarakat di daerah tersebut. Dikalangan masyarakat yang struktur sosial ekonominya tergantung kepada laut melihat bahwa potensi laut adalah modal utama bagi kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain pengelolaan sumberdaya alam hayati laut dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, dalam rangka meningkatkan taraf hidup mereka. Secara tradisional pemilikan, pengusahaan dan pengelolaan laut bagi masyarakat yapen tidak dapat dipisahkan. Hal ini disebabkan karena hak ulayat atas laut diakui keberadaannya oleb masyarakat yang bersangkutan dan secara tradisional sangat dihormati dan dipertahankan oleh warga masyarakat yang memilikinya. Potensi sumber daya alam pesisir kabupaten kepulauan yapen sangat tinggi hal ini nampak pada ketersediaan sumber daya alam berupa hutan mangrove, terumbu karang, dan padang lamun, namun potensi ini dihadapkan dengan sejumlah kegiatan penangkapan ikan secara illegal. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain penangkapan dengan potasium, bom, pengumpulan hasil laut yang tidak memenuhi standar dan aturan. Disadari pula bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian semua pihak yang ada dan mendiami kepulauan yapen bahkan kita di papua bahwa kondisi kerusakan daerah pesisir dan laut dapat dikelola dan dimanfaatkan secara bersama sama dalam koordinasi dan komunikasi.

Alam Tidak Pernah Menghianati Orang Yang Mencintainya “


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.